Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Jerman Punya 'Surga' Tersembunyi? Kanselir Scholz Sampai Terkesima

2025-11-30 | 05:54 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-29T22:54:23Z
Ruang Iklan

Jerman Punya 'Surga' Tersembunyi? Kanselir Scholz Sampai Terkesima

Kanselir Jerman Olaf Scholz sempat dibuat terkejut tak terkira saat mengetahui keberadaan sebuah pantai bernama "Pantai Jerman" di Bali, Indonesia. Kekagetan ini terungkap ketika Kanselir Scholz menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diselenggarakan di Bali pada 15-16 November 2022 lalu. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno turut menyampaikan kekagetan Kanselir Scholz tersebut.

Pantai Jerman merupakan salah satu destinasi wisata populer yang terletak di Jalan Wana Segara, Desa Adat Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Nama unik "Pantai Jerman" ini memiliki asal-usul yang berkaitan erat dengan sejarah pembangunan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Menurut Ni Luh Gede Sri Mediastuti SE, seorang anggota DPRD Badung Dapil Kuta, nama tersebut muncul karena banyaknya kontraktor asal Jerman yang terlibat dalam pembangunan bandara pada era tahun 1960-an.

Para kontraktor Jerman ini, bersama dengan beberapa kontraktor Belanda dan Indonesia, mendirikan rumah atau mes untuk tempat tinggal mereka selama periode pembangunan yang cukup lama. Lima rumah yang ditempati oleh orang-orang Jerman tersebut kemudian dirawat oleh warga lokal. Seiring berjalannya waktu, rumah-rumah itu ditinggalkan dan tergerus air, menyebabkan warga sekitar mulai menyebut area tersebut sebagai "Pantai Jerman", sebuah nama yang familiar hingga kini dan tetap dipertahankan. Pantai ini juga dikenal dengan nama lain, yaitu Pantai Perahu.

Saat ini, Pantai Jerman dikelola oleh Banjar Segara dan berada dalam proyek penataan Samigita (Seminyak, Legian, Kuta) yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Pihak pengelola berupaya menata pantai ini secara mandiri untuk meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan. Kejadian ini menjadi salah satu contoh menarik bagaimana interaksi sejarah dan budaya dapat memberikan nama unik pada sebuah lokasi wisata, bahkan sampai menarik perhatian seorang kepala negara.