Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Jadwal Resmi Jumenengan Raja PB XIV Mangkubumi Akhirnya Terungkap

2025-11-22 | 00:05 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-21T17:05:05Z
Ruang Iklan

Jadwal Resmi Jumenengan Raja PB XIV Mangkubumi Akhirnya Terungkap

Keraton Surakarta kembali menjadi sorotan publik dengan adanya dua klaim atas takhta Susuhunan Pakubuwana XIV menyusul wafatnya Susuhunan Pakubuwana XIII. Terkait pertanyaan kapan Jumenengan Raja versi PB XIV Mangkubumi akan dilangsungkan, informasi terkini menunjukkan bahwa upacara penobatan resmi tersebut belum dilaksanakan.

Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Mangkubumi, putra tertua mendiang Pakubuwono XIII, dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV dalam sebuah rapat kerabat Keraton Solo di Sasana Handrawina pada Kamis, 13 November 2025. Penobatan ini didukung oleh sebagian kerabat keraton, termasuk putri mendiang Pakubuwono XII, Gusti Raden Ayu (GRAy) Koes Moertiyah Wandansari. Gusti Moeng, sapaan akrab Koes Moertiyah, menyatakan bahwa penobatan ini berdasarkan paugeran adat yang menunjuk putra tertua sebagai penerus takhta.

Namun, KGPH Mangkubumi sendiri menyatakan bahwa ia belum memikirkan langkah-langkah untuk pengukuhan dirinya menjadi raja melalui prosesi Jumenengan. Ia menjelaskan bahwa saat ini masih dalam masa berkabung selama 40 hari setelah wafatnya sang ayahanda, Pakubuwono XIII, dan ingin fokus untuk mendoakan almarhum. Oleh karena itu, acara Jumenengan atau penobatan raja Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi secara resmi diketahui belum dilakukan.

Situasi ini menambah dinamika di internal Keraton Surakarta, mengingat putra bungsu Pakubuwono XIII, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro atau Gusti Purbaya, juga mengklaim takhta yang sama. Gusti Purbaya telah mendeklarasikan diri sebagai Pakubuwono XIV pada 5 November 2025, sesaat sebelum jenazah ayahnya diberangkatkan untuk dimakamkan. Lebih lanjut, Gusti Purbaya bahkan telah melaksanakan upacara Jumenengan Dalem Nata Bhinayangkare pada Sabtu, 15 November 2025, yang ditandai dengan kirab kereta Garuda Kencana di Keraton Surakarta, meskipun tanpa Tari Bedhaya Ketawang sebagai bentuk masa berkabung.

Dengan demikian, bagi para wisatawan atau pemerhati budaya yang ingin menyaksikan Jumenengan Raja versi PB XIV Mangkubumi, perlu diketahui bahwa upacara sakral tersebut masih dalam tahap penundaan, menanti selesainya masa berkabung dan pertimbangan lebih lanjut dari pihak KGPH Mangkubumi.