
Sebuah hotel di Provinsi Jiangsu, Tiongkok, baru-baru ini menjadi sorotan global setelah menawarkan layanan "panggilan bangun tidur" yang sangat tidak biasa, di mana tamu dapat dibangunkan langsung oleh anak singa di dalam kamar mereka. Pengalaman unik ini, yang disediakan oleh Happy Countryside Resort di Desa Niujiao, Suqian, telah memicu perdebatan luas mengenai etika dan kesejahteraan hewan.
Video yang viral di media sosial menunjukkan seorang pegawai hotel membawa anak singa masuk ke kamar tamu, di mana anak-anak terlihat berinteraksi dan bermain dengan hewan buas kecil tersebut tanpa rasa takut. Layanan inovatif ini memungkinkan tamu untuk menghabiskan sekitar tujuh menit berinteraksi dengan anak singa antara pukul 08.00 pagi hingga 10.00 pagi setiap hari. Hotel ini menawarkan layanan tersebut di 20 kamar khusus dengan tarif 628 yuan per malam, yang setara dengan sekitar US$88 atau Rp1,4 juta.
Untuk memastikan keamanan, anak singa selalu didampingi oleh seorang penjaga, dan tamu diwajibkan untuk menandatangani "Perjanjian Layanan Bangun Pagi Singa Asia" yang berisi peringatan untuk berhati-hati. Pihak hotel mengklaim bahwa layanan ini legal, dengan menyatakan bahwa mereka memiliki izin untuk memelihara singa dan telah mendaftarkan program tersebut kepada pihak berwenang. Bahkan, seorang karyawan perempuan hotel melaporkan bahwa layanan ini telah dipesan penuh hingga akhir November.
Namun, layanan ini segera memicu gelombang kritik dari media dan para pegiat hak-hak hewan. Surat kabar Tiongkok seperti Beijing Youth Daily dan The Paper, serta berbagai laporan media internasional, mempertanyakan etika layanan tersebut dan potensi pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Satwa Liar. Singa sendiri merupakan hewan yang dilindungi tingkat satu di Tiongkok. Kritik menyoroti apakah interaksi singkat ini bisa dianggap sebagai pertunjukan hewan, dan bagaimana keselamatan anak singa serta hak-haknya dapat dijamin.
Sebuah kasus serupa sempat terjadi pada Juni 2025 di sebuah hotel di Chongqing yang menawarkan layanan bangun pagi dengan panda merah, yang kemudian dihentikan oleh otoritas kehutanan setempat karena melanggar hukum perlindungan satwa liar. Meskipun pihak hotel bersikeras pada legalitas layanannya, layanan "bangun pagi dengan anak singa" di Happy Countryside Resort akhirnya ditangguhkan, dengan reservasi tidak diterima setelah 15 November 2025. Para ahli hukum juga menyatakan kekhawatiran tentang risiko cedera yang mungkin dialami tamu, meskipun mereka telah menandatangani surat pernyataan. Respons publik terhadap layanan ini bervariasi, dengan sebagian menyambutnya sebagai pengalaman yang lucu dan menarik, sementara yang lain mengungkapkan kekhawatiran akan potensi bahaya dan kesejahteraan hewan liar.