Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Gejolak TN Tesso Nilo: Keamanan Destinasi Wisata Tetap Terjamin

2025-11-28 | 04:36 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-27T21:36:12Z
Ruang Iklan

Gejolak TN Tesso Nilo: Keamanan Destinasi Wisata Tetap Terjamin

Ketegangan di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) telah memanas kembali, dipicu oleh konflik lahan yang berlarut-larut antara masyarakat dengan upaya penegakan hukum terhadap perambahan kawasan konservasi. Meskipun demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa area wisata diyakini tetap aman dan kondusif bagi pengunjung, berkat peningkatan pengamanan yang dilakukan.

Konflik ini berpusat pada perambahan hutan, keberadaan perkebunan sawit ilegal, serta sertifikat hak milik (SHM) ilegal di dalam kawasan TNTN yang secara resmi ditetapkan seluas 81.793 hektar sejak tahun 2014. Ribuan warga dilaporkan menempati dan menggantungkan hidup di lahan yang kini menjadi bagian dari taman nasional, menolak relokasi yang telah diupayakan oleh pemerintah.

Puncaknya terjadi pada 24 November 2025, ketika sekelompok massa melakukan demonstrasi dan merusak fasilitas di dalam kawasan taman nasional, termasuk membongkar paksa gapura pos jaga dan plang penanda kawasan. Aksi ini juga sempat menyebabkan personel Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di bawah komando Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, untuk sementara waktu mundur dari pos pengamanan guna meredam ketegangan dan mencegah bentrokan fisik.

Menanggapi situasi yang memanas, Komando Daerah Militer (Kodam) XIX/Tuanku Tambusai bersama TNI dan Polri, serta Gakkum Kehutanan, telah memperkuat pengamanan di TNTN. Sebanyak 200 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga ketat kawasan tersebut. Kepala Penerangan Kodam XIX Tuanku Tambusai, Letkol MF Rangkuti, menegaskan bahwa kehadiran aparat di lokasi bertujuan untuk menjaga stabilitas serta memberikan rasa aman bagi masyarakat, bukan untuk menciptakan ketegangan. Pos-pos pengamanan yang sempat ditinggalkan kini telah diduduki kembali dan diperkuat.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid juga mengakui adanya kelalaian dalam penerbitan 1.800 SHM ilegal di TNTN, di mana sekitar 1.040 di antaranya telah dibatalkan. Penertiban kawasan difokuskan pada pemodal dan pemilik lahan skala besar, sementara pendekatan persuasif diterapkan bagi masyarakat yang bersedia menyerahkan lahan secara sukarela.

Meskipun terjadi gejolak di beberapa titik yang terkait langsung dengan sengketa lahan, upaya pemulihan keamanan secara komprehensif oleh aparat gabungan telah dilakukan. Peningkatan kehadiran dan patroli di titik-titik rawan bertujuan agar seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar, nyaman, dan tanpa rasa tertekan. Lingkungan yang stabil ini juga menjadi dasar keyakinan bahwa area-area yang diperuntukkan bagi kegiatan pariwisata di dalam Taman Nasional Tesso Nilo tetap terjaga keamanannya. Pengunjung diharapkan dapat terus menikmati keanekaragaman hayati dan daya tarik ekowisata taman nasional ini tanpa terpengaruh langsung oleh kompleksitas konflik internal yang sedang ditangani.