Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Eksodus Pesiar China dari Jepang, Korea Selatan Panen Untung

2025-11-24 | 01:46 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-23T18:46:35Z
Ruang Iklan

Eksodus Pesiar China dari Jepang, Korea Selatan Panen Untung

Operator kapal pesiar Tiongkok secara kolektif mengalihkan rute mereka dari Jepang, menyebabkan pergeseran signifikan dalam lanskap pariwisata regional, dengan Korea Selatan menjadi penerima manfaat utama dari perubahan ini. Perubahan haluan yang cepat ini terjadi di tengah memburuknya hubungan diplomatik antara Beijing dan Tokyo.

Pemicu utama perubahan rute ini adalah pernyataan kontroversial yang dibuat oleh Perdana Menteri Jepang yang baru dilantik, Sanae Takaichi, pada awal November. Takaichi menyatakan bahwa Jepang dapat mempertimbangkan tindakan militer jika Tiongkok menyerang Taiwan, yang dianggap Beijing sebagai garis merah. Komentar ini telah secara signifikan memperburuk hubungan yang sudah tegang antara kedua negara, memicu peningkatan sentimen anti-Jepang di Tiongkok. Sebagai tanggapan, Beijing telah menyarankan warganya untuk menghindari perjalanan yang tidak penting ke Jepang, sebuah langkah yang segera menyebabkan gangguan dalam industri pariwisata dan kapal pesiar.

Salah satu contoh paling menonjol adalah kapal pesiar mewah Tiongkok, Adora Magic City, yang biasanya berlayar ke Jepang dan Korea Selatan. Menurut pemberitahuan dari pemerintah Provinsi Jeju di Korea Selatan, kapal tersebut kini akan melewati pelabuhan Fukuoka, Sasebo, dan Nagasaki di Jepang pada jadwal Desembernya. Sebagai gantinya, kapal akan memperpanjang waktu singgahnya di Pulau Jeju, Korea Selatan, dari biasanya sembilan jam menjadi antara 31 hingga 57 jam. Pejabat di Jeju menduga perubahan jadwal ini terkait langsung dengan sengketa diplomatik tersebut.

Dampak pada industri pariwisata Jepang sangat parah. Beberapa operator tur di Jepang melaporkan penurunan pemesanan yang tajam, dengan East Japan International Travel Service yang berbasis di Tokyo menyatakan kehilangan 80% dari pemesanan yang tersisa untuk tahun 2025. Perusahaan data perjalanan China Trading Desk memperkirakan Jepang dapat kehilangan antara $500 juta hingga $1,2 miliar dalam pengeluaran pengunjung Tiongkok pada akhir tahun 2025. Sekitar 30% dari 1,44 juta perjalanan yang direncanakan oleh turis Tiongkok ke Jepang hingga Desember telah dibatalkan. Maskapai penerbangan Tiongkok, termasuk China Eastern dan Spring Airlines, juga telah mulai menawarkan pengembalian dana penuh untuk rute Jepang, menandakan runtuhnya permintaan di luar sektor kapal pesiar. Bahkan, pemerintah Tiongkok telah mulai secara diam-diam melarang karyawannya untuk bepergian ke Jepang.

Sebaliknya, Korea Selatan diperkirakan akan mendapatkan keuntungan besar. Data dari agen perjalanan online Tiongkok Qunar menunjukkan bahwa Korea Selatan menjadi tujuan utama bagi wisatawan Tiongkok berdasarkan volume pemesanan tiket penerbangan internasional selama akhir pekan 15-16 November. Industri perjalanan Korea Selatan telah mengalami dampak finansial yang positif, dengan saham perusahaan terkait perjalanan seperti Lotte Tour Development dan Yellow Balloon Tour melonjak hingga 24% karena investor mengantisipasi peningkatan turis Tiongkok. Peningkatan waktu singgah kapal pesiar di Pulau Jeju diharapkan dapat meningkatkan bisnis pariwisata lokal dan menghasilkan keuntungan ekonomi yang substansial. Maskapai penerbangan Korea Selatan seperti Jeju Air juga bersiap untuk potensi masuknya turis Tiongkok.

Pergeseran ini menggarisbawahi bagaimana risiko politik dapat secara tiba-tiba mengarahkan kembali permintaan perjalanan keluar Tiongkok. Sementara industri pariwisata Tiongkok secara keseluruhan sedang mengalami pemulihan pesat pada tahun 2025, dengan peningkatan lalu lintas penumpang dan minat dari generasi muda, tujuan di Asia Timur kini harus beradaptasi dengan realitas geopolitik yang bergejolak. Korea Selatan, yang telah berupaya mengembangkan infrastruktur pelabuhannya dan memanfaatkan budaya populernya (K-culture), siap untuk mengambil keuntungan dari dinamika yang berubah ini.