
Minat wisatawan Indonesia untuk menjelajahi destinasi luar negeri terus menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan tren pencarian pengalaman yang berbeda dan unik menjadi pendorong utama. Fenomena musim dingin dan salju, yang tidak ditemukan di negara tropis, kini menjadi daya tarik kuat bagi banyak pelancong dari Tanah Air. Wisatawan Indonesia semakin mengalokasikan sebagian besar anggaran perjalanan mereka untuk aktivitas dan pengalaman baru, bukan hanya akomodasi, yang mencerminkan pergeseran prioritas liburan.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri mencapai sekitar 8,9 juta pada tahun 2024, meningkat hampir 19% dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini diproyeksikan akan terus meningkat hingga tahun 2026, dengan 72% responden menyatakan dorongan yang lebih besar untuk melakukan perjalanan pada tahun 2025, bahkan 51% merasakan keinginan yang jauh lebih kuat dibanding sebelumnya, persentase tertinggi di dunia. Kalangan milenial yang berkecukupan (affluent millennials) disebut-sebut menjadi pemicu utama tren ini, yang mencari pengalaman eksklusif dan memanfaatkan platform digital untuk pemesanan.
Negara-negara di Asia Timur dan sekitarnya menjadi primadona bagi turis Indonesia yang ingin merasakan salju. Jepang tetap menduduki posisi teratas sebagai destinasi favorit. Di Jepang, wisatawan dapat menikmati romantisme salju dan tradisi musim dingin di kota-kota seperti Sapporo yang terkenal dengan Sapporo Snow Festival, bermain ski di Niseko, atau merasakan pemandian air panas alami (onsen) di Hakone. Pemandangan Kuil Kinkaku-ji yang tertutup salju di Kyoto atau Gunung Fuji yang bersalju dari Danau Kawaguchi juga menjadi daya tarik yang tak terlupakan.
Korea Selatan juga menawarkan perpaduan modernitas dan pesona alam musim dingin yang memukau. Wisatawan dapat menikmati resor ski kelas dunia seperti Vivaldi Park dan Yongpyong Resort, serta merasakan semaraknya dekorasi lampu di Seoul atau festival es di Gangwon-do. Selain itu, beberapa destinasi bersalju lainnya yang mulai menarik perhatian dan menawarkan kemudahan visa bagi pemegang paspor Indonesia termasuk Kirgistan, dengan basis ski Karakol dan pemandangan Pegunungan Tian Shan yang menakjubkan, serta Iran yang mengejutkan dengan Dizin Ski Resort di tengah arsitektur Persia yang unik. Nepal juga menawarkan pengalaman melihat pegunungan bersalju Himalaya, sementara Maroko menjadi tujuan visa-free yang menarik untuk liburan musim dingin dengan cuaca sejuk di sebagian besar wilayah dan ski di pegunungan.
Para pelancong Indonesia kini lebih berfokus pada pengalaman autentik, unik, dan bermakna. Mereka rela mengeluarkan lebih banyak dana untuk mencoba kuliner lokal, atraksi unik, hingga agenda festival. Perjalanan bukan lagi sekadar mengumpulkan cap paspor di banyak negara dalam waktu singkat, melainkan mendalami satu destinasi dengan gaya "slow travel," seperti menikmati jalur trekking ringan atau wellness retreat di Dolomites. Motivasi untuk berlibur saat musim dingin juga didasari oleh keinginan untuk menikmati pemandangan salju yang menakjubkan, mencoba olahraga musim dingin, merasakan atmosfer liburan yang khas, dan terkadang juga mendapatkan harga tiket serta akomodasi yang lebih terjangkau karena menjadi periode low season. Perubahan preferensi ini menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia semakin mencari "penyembuhan" dan koneksi personal melalui pengalaman bepergian yang beragam di berbagai belahan dunia.