Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bukan Cuma Korsel: Negara ASEAN Panen Cuan dari Ketegangan China-Jepang

2025-11-22 | 14:20 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-22T07:20:37Z
Ruang Iklan

Bukan Cuma Korsel: Negara ASEAN Panen Cuan dari Ketegangan China-Jepang

Ketegangan diplomatik antara Tiongkok dan Jepang yang memanas telah memicu gelombang pembatalan perjalanan massal oleh turis Tiongkok ke Negeri Sakura, menciptakan keuntungan tak terduga bagi negara-negara tetangga Indonesia di Asia Tenggara. Konflik yang dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai Taiwan, yang Beijing anggap sebagai ancaman terhadap kelangsungan hidup Jepang, telah membuat pemerintah Tiongkok mengeluarkan peringatan perjalanan dan mendorong warganya untuk menghindari Jepang.

Dampak langsungnya sangat terasa di Jepang, di mana sekitar 500.000 penerbangan dari Tiongkok ke Jepang dibatalkan hanya dalam beberapa hari terakhir pada November 2025. Perusahaan perjalanan di Tokyo melaporkan kehilangan hingga 80 persen pemesanan untuk sisa tahun ini. Boikot wisata ini diperkirakan dapat menyebabkan kerugian hingga US$1,2 miliar atau sekitar Rp20 triliun bagi sektor pariwisata Jepang hingga akhir tahun. Sebagai respons, lebih dari 10 maskapai penerbangan Tiongkok, termasuk milik negara, menawarkan pengembalian dana penuh dan penjadwalan ulang gratis untuk penerbangan ke Jepang.

Sementara Jepang menghadapi pukulan besar, negara-negara di Asia Tenggara dan Korea Selatan justru menjadi tambatan hati baru bagi para pelancong Tiongkok. Korea Selatan telah muncul sebagai destinasi terpopuler, dengan operator kapal pesiar Tiongkok mengalihkan rute dari Jepang ke pelabuhan-pelabuhan di Korea Selatan.

Di Asia Tenggara, negara-negara seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia, serta Singapura, melihat lonjakan pemesanan baru. Singapura dan Korea Selatan mencatat peningkatan pemesanan hingga 15 persen dalam beberapa hari terakhir, sementara Thailand, Malaysia, dan Vietnam menuju pertumbuhan hingga 11 persen dari minggu ke minggu.

Pada tahun 2024, Thailand memimpin sebagai destinasi favorit turis Tiongkok di Asia Tenggara dengan 6,7 juta kedatangan, didukung oleh kebijakan bebas visa dan kampanye promosi yang gencar. Vietnam mengikuti di posisi kedua dengan 3,73 juta turis Tiongkok, disusul Malaysia dengan 3,29 juta, dan Singapura dengan 3,08 juta pengunjung dari Tiongkok. Vietnam secara khusus menunjukkan peningkatan signifikan, dengan kunjungan wisatawan Tiongkok melonjak 44 persen dari Januari hingga Agustus 2025, bahkan menggeser Thailand sebagai destinasi favorit di kawasan tersebut. Faktor keamanan di Thailand setelah insiden penculikan aktor Tiongkok pada Januari 2025 juga turut berkontribusi pada pergeseran ini.

Indonesia juga merasakan dampaknya, dengan volume pencarian untuk destinasi seperti Bali meningkat lebih dari 10 persen. Kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia pada tahun 2024 melonjak 52 persen menjadi 1,19 juta orang, memenuhi target pemerintah antara 1 hingga 1,5 juta wisatawan. Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Made Ayu Marthini, menyatakan bahwa pihaknya memantau situasi ini dan telah gencar melakukan kampanye digital di Tiongkok sejak Oktober untuk menyambut liburan Natal dan Tahun Baru. Kemenparekraf berharap promosi dan kerja sama dengan agen perjalanan serta maskapai penerbangan Tiongkok akan berdampak positif terhadap jumlah wisatawan Tiongkok yang memilih Indonesia, terutama Bali, Yogyakarta, Bromo, Bandung, dan Jakarta, sebagai tujuan liburan mereka.