:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426206/original/089073900_1764295942-WhatsApp_Image_2025-11-27_at_16.17.38.jpeg)
Insiden hilangnya tumbler Tuku milik seorang penumpang KRL yang sempat viral baru-baru ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat mengenai prosedur resmi layanan "Lost and Found" yang disediakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di kereta dan stasiun. Peristiwa ini memicu diskusi luas di media sosial, termasuk rumor pemecatan petugas KRL yang kemudian dibantah oleh KAI, menegaskan bahwa yang terjadi adalah pemeriksaan dan pembinaan menyeluruh terhadap petugas.
KAI menyediakan layanan "Lost and Found" sebagai bentuk komitmen dalam memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi penumpang yang kehilangan atau meninggalkan barang bawaannya. Layanan ini bertujuan untuk menemukan, mengamankan, dan mengembalikan barang yang hilang selama masih ditemukan dan diserahkan kepada petugas.
Penumpang yang menyadari barangnya tertinggal atau hilang diminta untuk tetap tenang dan segera mengambil langkah-langkah pelaporan. Langkah pertama adalah melapor langsung kepada petugas terdekat, baik itu kondektur di dalam kereta, petugas keamanan, maupun petugas Customer Service On Station (CSOS) di stasiun. Setelah itu, penumpang dapat mendatangi bagian Lost and Found di stasiun.
Saat melaporkan kehilangan, penumpang wajib memberikan detail barang yang hilang secara spesifik, termasuk ciri-ciri, kode booking tiket, serta perkiraan kronologi dan lokasi terakhir barang terlihat. Penting untuk menjaga kerahasiaan data seperti kode booking dan detail barang agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berkepentingan.
Jika penumpang tidak sempat melapor langsung di stasiun, laporan kehilangan juga dapat disampaikan melalui Contact Center KAI 121 atau melalui WhatsApp di nomor 08111-2111-21. Selain itu, pelaporan bisa dilakukan melalui email cs@kai.id.
Setelah laporan diterima, tim KAI akan segera memprosesnya. Petugas seperti Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) dan sekuriti akan melakukan penyisiran di seluruh area kereta, termasuk saku-saku kursi, toilet, kereta makan, musala, dan area bagasi. Setiap barang yang ditemukan oleh petugas di kereta maupun stasiun akan segera diumumkan melalui pengeras suara. Apabila tidak segera diambil pemiliknya, barang tersebut akan diamankan di pos pengamanan stasiun dan dicatat ke dalam sistem database Lost and Found KAI yang terintegrasi secara nasional. Barang akan diverifikasi dan dimasukkan ke dalam sistem agar mudah dilacak.
Ketika barang telah ditemukan, penumpang akan dihubungi untuk diberitahu lokasi pengambilan. Untuk KRL, pengambilan barang umumnya dilakukan di stasiun tujuan akhir seperti Stasiun Kota, Stasiun Bogor, atau Stasiun Rangkasbitung. Proses pengambilan barang memerlukan verifikasi identitas diri sebagai bukti kepemilikan. Setelah data cocok, barang akan diserahkan kembali oleh petugas melalui prosedur resmi, termasuk proses pendataan dan pendokumentasian.
KAI tidak memungut biaya apapun untuk layanan Lost and Found ini. Perlu diketahui, barang-barang yang tidak diambil oleh pemiliknya dalam kurun waktu tertentu memiliki kebijakan penanganan. Untuk makanan olahan, jika tidak diambil dalam waktu lebih dari 1x24 jam, akan dimusnahkan karena berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan. Sementara itu, barang yang tidak diambil lebih dari dua bulan dan masih layak pakai, seperti pakaian atau perkakas, akan dibersihkan, dikelompokkan, dan disumbangkan kepada panti asuhan atau yayasan yang membutuhkan.
Data KAI menunjukkan efektivitas layanan ini. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, layanan Lost and Found KAI mencatat 11.670 barang tertinggal dengan estimasi nilai sekitar Rp12,88 miliar, di mana 3.819 di antaranya adalah barang berharga. Dari rata-rata delapan barang yang ditemukan setiap hari di KRL, lebih dari 50 persen berhasil diklaim kembali oleh pemiliknya. Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, menekankan bahwa sistem ini dapat berjalan karena adanya integritas petugas dan kesadaran pelanggan untuk bersama-sama menjaga barang pribadi. KAI terus meningkatkan kualitas layanan, namun imbauan untuk selalu memeriksa kembali seluruh barang bawaan sebelum turun dari kereta atau meninggalkan area stasiun tetap menjadi kunci utama untuk menghindari kehilangan.