Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bahaya Tersembunyi Langkawi: Bocah Rusia Tewas Akibat Sengatan Ubur-ubur

2025-11-23 | 11:47 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-23T04:47:26Z
Ruang Iklan

Bahaya Tersembunyi Langkawi: Bocah Rusia Tewas Akibat Sengatan Ubur-ubur

Seorang balita Rusia berusia dua tahun meninggal dunia setelah tersengat ubur-ubur kotak saat berlibur di Langkawi, Malaysia, memicu kekhawatiran tentang keselamatan di perairan wisata. Vladimir Iakubanets, nama balita tersebut, menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Sultanah Bahiyah (HSB) di Alor Setar, Kedah, pada Rabu, 19 November 2025, pukul 09.46 pagi, setelah berjuang selama lima hari melawan komplikasi serius akibat sengatan tersebut.

Insiden tragis ini terjadi pada Sabtu, 15 November 2025, ketika Vladimir sedang bermain di perairan dangkal Pantai Cenang. Ayahnya, Nikita Iakubanets (32), seorang insinyur IT, menceritakan bahwa putranya tiba-tiba berteriak kesakitan. Istrinya, Olga (32), segera mengangkat Vladimir dari air. Dalam hitungan detik, Vladimir berhenti bernapas, dan Nikita segera melakukan CPR. Wisatawan lain di lokasi turut membantu membawa mereka ke tim penyelamat pantai.

Petugas pertolongan pertama di Pantai Cenang mencuci luka Vladimir dengan cuka sebelum ia dibawa ke klinik, kemudian ke rumah sakit di Langkawi, dan akhirnya dipindahkan ke HSB di daratan utama Kedah untuk perawatan lebih lanjut. Dokter mengonfirmasi bahwa sengatan ubur-ubur kotak telah menyebabkan keracunan toksin yang memengaruhi jantung Vladimir dan menimbulkan luka besar di kakinya.

Keluarga Iakubanets, yang berasal dari Khabarovsk, Rusia, sedang dalam kunjungan pertama mereka ke Malaysia, tiba pada 14 November dan berencana untuk tinggal hingga 26 November. Meskipun diliputi duka mendalam, Nikita dan Olga menyatakan tidak akan mengambil tindakan hukum apa pun. Mereka berharap tragedi yang menimpa Vladimir dapat menjadi pengingat bagi pengunjung pantai tentang bahaya ubur-ubur kotak. "Kami percaya inilah tujuan hidupnya – untuk menyelamatkan orang lain, untuk mencegah tragedi di masa depan," kata Nikita. Pasangan ini berencana untuk mengkremasi jenazah putra mereka dan membawa abunya kembali ke Rusia.

Menanggapi insiden ini, Departemen Perikanan Kedah telah mengonfirmasi keberadaan ubur-ubur kotak di perairan Langkawi. Pihak berwenang Langkawi melaporkan sekitar 102 kasus sengatan ubur-ubur dalam tiga tahun terakhir. Hingga 15 November tahun ini, tercatat 23 kasus, termasuk insiden yang menimpa Vladimir, menunjukkan penurunan kasus. Setelah kejadian tersebut, Angkatan Pertahanan Awam Malaysia Langkawi telah meningkatkan patroli di area pesisir dan memasang papan peringatan untuk menginformasikan pengunjung tentang keberadaan ubur-ubur berbahaya. Perubahan cuaca dan badai disebut menjadi faktor penyebab ubur-ubur kotak mencapai perairan Langkawi. Antivenom juga dilaporkan harus diangkut dari Penang untuk penanganan kasus sengatan ubur-ubur.