Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Akal-akalan Turis Nakal Berakhir, Imigrasi Thailand Perketat Pemeriksaan Visa

2025-11-23 | 04:40 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-22T21:40:42Z
Ruang Iklan

Akal-akalan Turis Nakal Berakhir, Imigrasi Thailand Perketat Pemeriksaan Visa

Otoritas Imigrasi Thailand telah memperketat pemeriksaan visa bagi turis asing yang berulang kali keluar-masuk negara tersebut dengan dalih pariwisata. Langkah tegas ini diambil untuk membendung penyalahgunaan hak istimewa bebas visa oleh pelaku kejahatan asing yang terlibat dalam aktivitas ilegal, termasuk penipuan daring, pencucian uang, dan operasi bisnis tanpa izin, sebagai bagian dari kampanye nasional melawan kejahatan siber.

Juru bicara Biro Imigrasi Thailand, Mayor Polisi Cheongron Rimpadee, menyatakan bahwa data kepolisian menunjukkan banyak individu memanfaatkan kebijakan bebas visa — yang memungkinkan kunjungan hingga 90 hari per kedatangan — untuk melakukan "visa run". Praktik ini marak terutama di daerah dengan populasi ekspatriat besar seperti Pattaya, Phuket, dan Hua Hin, di mana bahkan terdapat industri yang berkembang pesat menawarkan paket perjalanan ke titik perbatasan terdekat untuk mengurus formalitas visa. Beberapa ekspatriat dilaporkan telah tinggal di Thailand selama bertahun-tahun dengan terus memperbarui puluhan visa turis.

Sebagai respons, aturan baru kini diberlakukan di mana pelancong yang melakukan lebih dari dua kali "visa run" tanpa alasan yang sah dapat ditolak masuk oleh pos pemeriksaan imigrasi di bandara dan perbatasan. Mereka yang ditolak diwajibkan untuk mengajukan jenis visa yang sesuai, seperti visa bisnis, pensiun, pendidikan, atau pernikahan, sebelum dapat kembali ke Thailand.

Selain itu, program bebas visa yang berlaku mulai 15 Juli 2024, memungkinkan warga negara dari 93 negara untuk masuk Thailand hingga 60 hari tanpa visa, dengan opsi perpanjangan 30 hari di kantor imigrasi. Namun, perpanjangan visa turis kini dibatasi, dengan beberapa laporan menyebutkan hanya dua kali perpanjangan: 30 hari untuk yang pertama dan 7 hari untuk yang kedua. Kepala Biro Imigrasi, Letnan Jenderal Polisi Panumas Boonyalak, menekankan tujuan utama dari pengetatan ini adalah untuk memblokir operasi penipuan dan mencegah penyalahgunaan sistem visa turis oleh warga negara asing.

Sejak awal tahun 2025, otoritas imigrasi Thailand telah menolak masuk sekitar 2.900 orang karena menyalahgunakan hak istimewa bebas visa. Kantor imigrasi di seluruh negeri juga telah diinstruksikan untuk meninjau secara cermat setiap permohonan perpanjangan izin tinggal sementara. Warga asing yang masuk dalam daftar pengawasan nasional atau internasional akan dicegah memasuki wilayah perbatasan yang dikenal dengan operasi penipuan, seperti Mae Sot di Provinsi Tak. Pelanggar overstay dapat menghadapi denda 500 Baht per hari hingga maksimum 20.000 Baht, deportasi, dan larangan masuk kembali yang berkisar antara 1 hingga 10 tahun.

Meskipun prosedur baru ini diakui dapat sedikit memperlambat pemrosesan paspor selama periode puncak — dengan estimasi pemeriksaan tidak lebih dari 45 detik per orang dan waktu antrean sekitar 40 menit — Biro Imigrasi memastikan akan mengerahkan staf tambahan untuk menjaga efisiensi. Otoritas menekankan bahwa langkah-langkah ini tidak bertujuan untuk menghambat pariwisata, melainkan untuk menarik "wisatawan berkualitas" yang berkontribusi positif terhadap perekonomian Thailand dan memperkuat kepercayaan terhadap Thailand sebagai tujuan yang aman dan terjamin.