Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Momen Mencekam Etihad Airways di Langit Phuket: Turbulensi Guncang Pesawat, Otoritas Pastikan Semua Selamat

2026-01-14 | 20:59 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-14T13:59:04Z
Ruang Iklan

Momen Mencekam Etihad Airways di Langit Phuket: Turbulensi Guncang Pesawat, Otoritas Pastikan Semua Selamat

Pesawat Etihad Airways dengan nomor penerbangan EY416 dari Abu Dhabi mengalami turbulensi parah saat mendekati Bandara Internasional Phuket pada 14 Januari 2026, sekitar pukul 11:30 waktu setempat, memicu respons darurat di darat, meskipun otoritas Thailand kemudian menegaskan bahwa tidak ada dari 160 penumpang atau kru yang mengalami cedera serius. Maskapai tersebut awalnya menghubungi divisi medis bandara sekitar pukul 11:00 pagi, melaporkan insiden turbulensi tetapi menyatakan ketidakpastian mengenai potensi cedera penumpang. Menanggapi laporan awal tersebut, Bandara Internasional Phuket segera mengaktifkan prosedur darurat, berkoordinasi dengan Pusat Penyelamatan Narenthorn dan jaringan terkait untuk memastikan kesiapan penuh, termasuk menyiapkan area parkir pesawat khusus, menyiagakan personel pemadam kebakaran dan penyelamat, serta staf darat untuk memberikan bantuan. Pesawat berhasil mendarat dengan selamat pada pukul 11:50 atau 11:51 pagi, dan pemeriksaan awal oleh petugas bandara serta penegasan dari Manajer Umum Bandara Internasional Phuket, Monchai Tanode, dan Biro Imigrasi, mengonfirmasi tidak ada penumpang yang memerlukan perawatan rumah sakit.

Insiden ini terjadi hanya sehari setelah AirlineRatings.com menobatkan Etihad Airways sebagai maskapai penerbangan layanan penuh teraman di dunia untuk tahun 2026, dengan salah satu faktor penentu adalah "manajemen turbulensi yang sangat baik" dan "tingkat insiden terendah per penerbangan". Pengakuan ini menyoroti fokus maskapai pada keselamatan, bahkan ketika menghadapi kejadian tak terduga di udara. Pernyataan awal yang beredar di media sosial mengenai penumpang yang cedera, berdasarkan persiapan medis darurat di bandara, kemudian dibantah oleh pernyataan resmi bandara.

Turbulensi adalah fenomena umum dalam penerbangan, namun menjadi penyebab utama cedera dalam kecelakaan non-fatal yang melibatkan penumpang dan pramugari. Federal Aviation Administration (FAA) mencatat bahwa setiap tahun, 58 penumpang di Amerika Serikat terluka akibat turbulensi karena tidak mengenakan sabuk pengaman. Data dari tahun 2009-2018 menunjukkan bahwa turbulensi menyumbang 111 dari 295 kecelakaan maskapai penerbangan, atau 37,6%. Sekitar 30% dari insiden turbulensi terjadi selama fase penurunan penerbangan, antara ketinggian 10.000 hingga 20.000 kaki. Berbagai jenis turbulensi, termasuk turbulensi termal, gunung, frontal, pusaran ekor (wake turbulence), dan turbulensi udara jernih (Clear-Air Turbulence - CAT), dapat terjadi. CAT dianggap paling berbahaya karena dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa indikasi visual yang jelas dan sering dikaitkan dengan pergeseran angin yang kuat di dekat jet stream.

Meskipun pesawat modern dirancang untuk menahan guncangan turbulensi yang parah, cedera paling sering terjadi pada penumpang dan kru yang tidak mengenakan sabuk pengaman. Pramugari, karena sifat pekerjaan mereka yang sering mengharuskan mereka berdiri, memiliki risiko cedera 18 kali lebih tinggi dibandingkan penumpang selama insiden turbulensi. Lokasi seperti Asia Tenggara, dengan lapisan udara tropis yang rentan terhadap pemanasan, terutama selama musim hujan (Juni hingga Oktober), dapat menghasilkan turbulensi termal akibat pergerakan udara panas dan lembap yang naik. Meskipun insiden di Phuket terjadi di luar periode puncak musim hujan, kondisi atmosfer lokal dapat tetap menjadi faktor. Beberapa ahli juga mulai menunjuk pada perubahan iklim sebagai potensi penyebab peningkatan kejadian turbulensi.

Insiden EY416 di Phuket menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan penumpang dan kepatuhan terhadap instruksi kru, khususnya mengenai pemakaian sabuk pengaman. Meskipun teknologi radar untuk mendeteksi turbulensi terus meningkat, prediksi akurat lokasi dan waktu turbulensi masih menjadi tantangan. Respons sigap Bandara Internasional Phuket dan konfirmasi cepat mengenai tidak adanya cedera serius membantu menenangkan kekhawatiran publik dan memperkuat kepercayaan terhadap protokol keselamatan penerbangan yang berlaku di Thailand.