Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Wisata Jakarta Panen Pengunjung di Libur Panjang Isra Miraj

2026-01-18 | 06:30 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-17T23:30:10Z
Ruang Iklan

Wisata Jakarta Panen Pengunjung di Libur Panjang Isra Miraj

Ribuan wisatawan memadati destinasi wisata di Jakarta dan sekitarnya selama libur panjang Isra Miraj pada 16-18 Januari 2026, memicu geliat sektor pariwisata ibu kota. Data terkini menunjukkan lebih dari dua ribu pengunjung membanjiri Kepulauan Seribu, sementara Taman Margasatwa Ragunan menarik lebih dari dua belas ribu orang pada hari libur resmi Jumat lalu.

Geliat pariwisata ini terlihat jelas di sejumlah titik krusial. Sebanyak 2.152 wisatawan domestik dan mancanegara tercatat mengunjungi Kepulauan Seribu sepanjang libur Isra Mikraj tahun ini. Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepulauan Seribu, Santi Pangaribuan, menyatakan tingginya angka kunjungan ini mengindikasikan Kepulauan Seribu tetap menjadi destinasi favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu libur. Mayoritas wisatawan, sejumlah 1.414 orang, masuk melalui Dermaga Pelabuhan Muara Angke, diikuti 596 orang dari Dermaga Marina Ancol. Pangaribuan juga menekankan potensi peningkatan jumlah pengunjung seiring berjalannya masa libur dan mengimbau wisatawan untuk mematuhi aturan keselamatan serta menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, menerima 12.194 pengunjung pada hari Jumat, 16 Januari. Meskipun angka ini sedikit menurun dibandingkan 13.512 pengunjung pada libur Isra Miraj tahun 2024, Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, memproyeksikan jumlah total pengunjung akan terus meningkat hingga akhir pekan, dengan perkiraan mencapai 40.000 wisatawan. Fluktuasi ini menunjukkan preferensi wisatawan yang dinamis terhadap destinasi dan kondisi liburan yang berbeda setiap tahunnya.

Sektor transportasi juga merasakan dampaknya. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta telah mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat untuk periode 15-18 Januari 2026 dengan menyiapkan total 158.959 tempat duduk. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, melaporkan bahwa tingkat keterisian tempat duduk kumulatif hingga 14 Januari mencapai 46 persen, dengan okupansi 79 persen pada 15 Januari dan 58 persen pada 16 Januari. Tujuan favorit pelanggan yang berangkat dari Jakarta meliputi Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, dan Purwokerto, menunjukkan peran Jakarta sebagai titik keberangkatan utama untuk perjalanan domestik. Lebih dari 37.000 orang bahkan dilaporkan meninggalkan Jakarta menggunakan kereta api selama libur Isra Miraj ini.

Meskipun KAI Daop 1 Jakarta mencatat tingginya keberangkatan dari ibu kota, Jakarta sendiri tetap menjadi salah satu destinasi domestik favorit untuk liburan singkat, sebagaimana diungkapkan oleh Cisyelya Bunyamin, Senior Vice President of Accommodation tiket.com. Perusahaan akomodasi OYO juga turut memanfaatkan momentum ini dengan menawarkan diskon 26 persen untuk pemesanan di seluruh Indonesia selama periode 15-20 Januari, mengindikasikan upaya aktif dalam menarik wisatawan dan meningkatkan tingkat hunian.

Secara historis, penetapan Isra Miraj sebagai hari libur nasional telah secara konsisten berkontribusi pada penciptaan "long weekend" yang merangsang pergerakan wisata. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2024, Isra Miraj merupakan salah satu dari 16 hari libur resmi di Indonesia, menegaskan pengakuan pemerintah terhadap nilai spiritual dan potensi ekonominya. Pada tahun 2024, misalnya, Isra Miraj yang jatuh pada Kamis, 8 Februari, bersamaan dengan libur Imlek, menghasilkan peningkatan okupansi hotel hingga 70-80 persen di berbagai kawasan wisata. Sekretaris Jenderal Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, kala itu menyoroti bahwa libur panjang semacam ini secara khusus mendorong perjalanan wisata, berbeda dengan libur lebaran yang cenderung untuk mudik.

Implikasi jangka panjang dari fenomena ini adalah penguatan sektor pariwisata domestik sebagai salah satu pilar ekonomi. Pemerintah dan pelaku industri terus berupaya mengoptimalkan momen libur panjang dengan menyediakan infrastruktur, promosi, dan layanan yang memadai. Tantangan ke depan meliputi pengelolaan kapasitas destinasi agar tidak terjadi kelebihan beban, serta memastikan aspek keberlanjutan lingkungan dan kualitas pengalaman wisatawan tetap terjaga di tengah lonjakan kunjungan. Adaptasi terhadap preferensi wisatawan yang semakin selektif dan cenderung mencari pengalaman liburan singkat namun bermakna, seperti yang diidentifikasi tiket.com, akan menjadi kunci bagi strategi pengembangan pariwisata Jakarta di masa mendatang.