Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pocari Sweat Run 2026 Gebrak Bandung & Lombok: Jadwal Penjualan Tiket Siap Diburu!

2026-01-22 | 20:57 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-22T13:57:08Z
Ruang Iklan

Pocari Sweat Run 2026 Gebrak Bandung & Lombok: Jadwal Penjualan Tiket Siap Diburu!

Pocari Sweat Run 2026 akan menyelenggarakan dua edisi lari di Indonesia, menempatkan Lombok sebagai tuan rumah pertama pada 11-12 Juli 2026, diikuti oleh Bandung pada 19-20 September 2026, sebuah strategi yang bertujuan untuk memperluas jangkauan peserta dan mengoptimalkan kondisi cuaca. Penjualan tiket untuk edisi Lombok akan dibuka pada 27 Januari 2026 pukul 12.00 WIB, sementara tiket untuk Bandung akan tersedia mulai 2 Februari 2026 pada jam yang sama. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, pada 22 Januari 2026.

Pergeseran jadwal Pocari Sweat Run di Lombok ke bulan Juli merupakan respons terhadap masukan peserta mengenai cuaca panas pada penyelenggaraan sebelumnya di bulan September. Menurut Puspita Winawati, Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, bulan Juli menawarkan kondisi yang lebih sejuk di Lombok, didukung oleh angin Australia. Sementara itu, Bandung, yang dikenal dengan cuaca yang relatif stabil, akan melanjutkan rangkaian acara pada bulan September. Edisi Lombok akan menawarkan kategori 4,3K, 10K, half marathon, dan marathon, dengan lomba 4,3K berlangsung menjelang matahari terbenam pada 11 Juli 2026 dan kategori lainnya pada keesokan harinya. Kategori 4,3K dirancang untuk mencakup satu putaran sirkuit Mandalika yang ikonik. Sebaliknya, Bandung akan menyelenggarakan lomba untuk kategori 10K dan half marathon. Penyelenggara menargetkan total 60.000 peserta untuk kedua edisi, dengan 10.000 pelari di Lombok, 15.000 di Bandung, dan 35.000 partisipasi virtual.

Pocari Sweat Run telah lama dikenal sebagai salah satu ajang lari terbesar di Indonesia, tidak hanya sebagai kompetisi olahraga tetapi juga sebagai daya tarik utama sport tourism. Keputusan untuk menggelar event di dua lokasi strategis ini mencerminkan upaya promosi gaya hidup sehat dan kolaborasi dengan komunitas lokal serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Winawati menyoroti bahwa pembukaan Lombok sebagai lokasi tambahan diharapkan dapat menarik lebih banyak pelari dari wilayah timur Indonesia, berbeda dengan Bandung yang tiketnya seringkali habis dalam waktu kurang dari satu jam.

Penyelenggaraan event olahraga berskala besar seperti Pocari Sweat Run memberikan dampak ekonomi signifikan bagi kota-kota tuan rumah. Penelitian menunjukkan bahwa wisatawan olahraga cenderung menghabiskan sekitar 30% lebih banyak per hari dibandingkan wisatawan umum. Di Bandung, analisis implementasi event olahraga menunjukkan korelasi positif dan signifikan antara biaya menginap di hotel, biaya makan di restoran, dan biaya mengunjungi objek wisata. Sektor-sektor seperti akomodasi dan makanan & minuman dapat mengalami peningkatan hingga 9,3% dari event serupa, dengan potensi peningkatan PDB regional hingga 1,1% untuk event berskala nasional.

Lombok, khususnya melalui Mandalika Special Economic Zone (SEZ), telah menjadi fokus pemerintah Indonesia untuk pengembangan sport tourism. Investasi dalam infrastruktur telah menempatkan sirkuit Mandalika sebagai tuan rumah event internasional bergengsi, yang pada gilirannya meningkatkan okupansi hotel dan ekonomi lokal. Strategi pemerintah Indonesia dalam mengembangkan sport tourism juga mencakup pemberdayaan komunitas lokal melalui pelatihan di bidang perhotelan dan manajemen event, serta mendorong pariwisata berkelanjutan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan jadwal yang dimajukan untuk Lombok, diharapkan event ini akan semakin memperkuat posisi kedua kota sebagai destinasi pilihan bagi pelari dan wisatawan olahraga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.