:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475930/original/027402600_1768694087-000_9339769.jpg)
Lima pemain ski tewas dalam dua longsoran salju terpisah di wilayah Salzburg, Pegunungan Alpen Austria, pada Sabtu, 17 Januari 2026, menyusul curah salju lebat yang menyebabkan kondisi salju sangat tidak stabil. Insiden tragis ini mendorong pejabat penyelamat gunung untuk mengeluarkan peringatan keras mengenai bahaya longsoran salju yang sedang kritis.
Korban pertama adalah seorang pemain ski wanita yang tewas dalam longsoran salju di dekat kota Bad Hofgastein, pada ketinggian sekitar 2.200 meter, sekitar tengah hari. Sekitar 90 menit kemudian, longsoran salju fatal kedua terjadi di Lembah Gastein, menewaskan empat pemain ski lagi dari kelompok tujuh orang yang melakukan tur ski. Tiga anggota kelompok lainnya berhasil diselamatkan, meskipun beberapa di antaranya mengalami luka serius. Menurut laporan, operasi penyelamatan untuk insiden kedua melibatkan tim penyelamat gunung, empat helikopter penyelamat, tim intervensi krisis, dan tim anjing Palang Merah.
Gerhard Kremser, kepala penyelamat gunung distrik Pongau, menyatakan bahwa tragedi ini secara menyakitkan menunjukkan betapa seriusnya situasi longsoran salju saat ini. Juru bicara Penyelamat Gunung Salzburg menjelaskan bahwa kondisi salju sangat tidak stabil karena lapisan salju lama dan salju baru yang tidak menyatu dengan baik, membuat longsoran salju yang dipicu secara spontan maupun oleh pemain ski lebih mungkin terjadi.
Pada hari kejadian, tingkat risiko longsoran salju diumumkan sebagai "moderat" (level 2) secara keseluruhan, namun meningkat menjadi "cukup besar" (level 3) di atas ketinggian 2.000 meter. Tingkat bahaya longsoran salju "cukup besar" (level 3 dari 5) sering kali merupakan kondisi paling kritis bagi para rekreasionis di pegunungan, karena longsoran dapat dengan mudah dipicu bahkan oleh beban ringan seperti seorang pemain ski tunggal, terutama di lereng curam yang diindikasikan dalam buletin. Lebih dari 50% kematian akibat longsoran salju terjadi pada tingkat bahaya ini, sebuah angka yang menggarisbawahi sifatnya yang menipu.
Longsoran salju adalah bahaya alam utama di wilayah pegunungan Alpen, dengan rata-rata 24 kematian per tahun di Austria selama 40 tahun terakhir, meskipun angka ini telah menurun menjadi sekitar 16 kematian per tahun dalam sepuluh tahun terakhir. Namun, dengan meningkatnya jumlah orang yang melakukan tur ski dan freeriding secara eksponensial dalam beberapa tahun terakhir, diperkirakan antara 500.000 hingga 700.000 orang aktif di pegunungan Austria, risiko terkait perilaku manusia tetap tinggi.
Perubahan iklim juga mulai memengaruhi aktivitas longsoran salju. Meskipun longsoran salju kering mungkin berkurang frekuensinya di beberapa wilayah karena musim salju yang lebih pendek, longsoran salju basah diperkirakan akan lebih sering terjadi, terutama di ketinggian yang lebih tinggi, dan dapat bergeser ke bulan-bulan musim dingin yang lebih awal. Curah hujan yang intens dan kondisi cuaca ekstrem yang tidak terduga, seperti hujan di tengah musim dingin, membuat pekerjaan layanan peringatan longsoran salju dan tim penyelamat semakin menantang. Suhu di Alpen telah meningkat sebesar 2 derajat Celcius sejak tahun 1864, dan proyeksi menunjukkan tren pemanasan akan terus berlanjut, yang dapat menyebabkan lapisan salju yang lebih tipis dan periode pencairan beku yang lebih cepat, memengaruhi stabilitas salju.
Para ahli keselamatan mendesak para pemain ski untuk selalu memeriksa buletin longsoran salju regional, membawa peralatan keselamatan yang lengkap seperti transponder, sekop, dan probe, serta mempertimbangkan dengan cermat kondisi di lapangan, terutama saat bepergian di luar jalur ski yang sudah disiapkan. Perilaku dan keputusan yang bijaksana dari individu tetap menjadi faktor kunci dalam memitigasi risiko di tengah kondisi gunung yang tidak dapat diprediksi.