
Belanda secara resmi menduduki peringkat teratas sebagai negara teraman di dunia bagi wisatawan untuk tahun 2026, menurut laporan tahunan terbaru dari Berkshire Hathaway Travel Protection (BHTP), yang secara dramatis melompat dari posisi ke-14 pada tahun sebelumnya. Peringkat ini, yang diterbitkan berdasarkan survei terhadap lebih dari 1.800 pelancong Amerika dan data eksternal, menyoroti pergeseran prioritas wisatawan yang kini mencakup aksesibilitas layanan kesehatan, stabilitas iklim, dan inklusivitas di samping metrik keamanan tradisional.
Kenaikan signifikan Belanda ini mencerminkan evaluasi komprehensif yang dilakukan oleh BHTP, yang menggabungkan persepsi pelancong dengan indikator objektif seperti Global Peace Index, skor Kualitas Hidup Numbeo, dan statistik kejahatan GeoSure Global. Juru bicara Berkshire Hathaway mengindikasikan bahwa definisi "aman" telah berkembang melampaui tingkat kejahatan, kini juga mempertimbangkan akses kesehatan, stabilitas iklim, dan inklusivitas. Belanda unggul dalam semua aspek ini, sehingga beresonansi kuat dengan para pelancong yang merencanakan perjalanan mereka menuju tahun 2026.
Negara ini mendapat nilai tinggi karena akses layanannya terhadap kesehatan, langkah-langkah keamanan secara keseluruhan, dan lingkungannya yang ramah bagi pelancong wanita, individu LGBTQIA+, dan pelancong kulit berwarna. Tingkat kejahatan dengan kekerasan di Belanda tetap sangat rendah, dan negara ini menduduki peringkat ke-18 secara global dalam Global Peace Index. Data Numbeo lebih lanjut menegaskan standar keselamatan yang tinggi untuk berjalan kaki sendirian baik di siang maupun malam hari, mencerminkan ketenangan pikiran tanpa memandang waktu. Infrastruktur transportasi publik yang efisien dan sistem perawatan kesehatan yang berkualitas tinggi serta mudah diakses bagi pengunjung turut mendukung posisi teratas Belanda.
Meskipun demikian, terdapat beberapa nuansa yang perlu diperhatikan. Statistik kepolisian terbaru untuk tahun 2025 menunjukkan bahwa total kejahatan di Belanda sebagian besar stabil sejak tahun 2022, dengan insiden sebesar 806.000, sedikit naik dari 805.000 pada tahun 2024. Pencurian di rumah bahkan menurun ke rekor terendah pada tahun 2025. Kejahatan dengan kekerasan juga menunjukkan penurunan yang signifikan, dengan penurunan 38 persen pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2009. Namun, kejahatan kecil seperti pencopetan dan perampasan tas masih umum terjadi di area wisata dan transportasi umum, terutama di stasiun kereta api, trem, dan metro di pusat kota, serta rute menuju dan dari Bandara Schiphol Amsterdam. Tingkat ancaman terorisme nasional di Belanda ditetapkan pada level "substansial" (level 4 dari 5), yang menunjukkan adanya kemungkinan realistis serangan dapat terjadi kapan saja.
Aspek keselamatan transportasi juga memerlukan perhatian. Meskipun angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas per 100.000 penduduk di Belanda turun 48 persen antara tahun 2000 dan 2019, angka kematian di jalan pada tahun 2024 (675 jiwa) termasuk di antara empat tahun tertinggi sejak 2010. Pengendara sepeda menyumbang porsi terbesar dari total korban jiwa lalu lintas pada tahun 2024, yaitu 36 persen. Bahaya utama yang disebutkan bagi wisatawan adalah banyaknya sepeda yang bergerak cepat di kota-kota Belanda, yang dapat membuat penyeberangan jalan menjadi berbahaya bagi mereka yang tidak terbiasa.
Sistem perawatan kesehatan Belanda dikenal berkualitas tinggi dan mudah diakses. Warga negara Uni Eropa/EEA/Swiss dapat menggunakan Kartu Asuransi Kesehatan Eropa (EHIC) untuk perawatan medis yang diperlukan selama kunjungan sementara. Namun, pengunjung dari luar wilayah ini diwajibkan memiliki asuransi kesehatan swasta. Layanan medis, baik rutin maupun darurat, tidak diberikan secara gratis di Belanda. Dalam keadaan darurat, nomor telepon 112 dapat dihubungi untuk ambulans, polisi, atau pemadam kebakaran.
Kenaikan Belanda ke posisi teratas dalam daftar negara teraman bagi wisatawan pada tahun 2026 menegaskan komitmen berkelanjutan negara ini terhadap keamanan dan kesejahteraan pengunjung. Meskipun ada beberapa tantangan terkait kejahatan kecil dan keselamatan jalan raya khusus sepeda, kerangka kerja keamanan yang kuat, fasilitas kesehatan yang komprehensif, dan masyarakat yang inklusif menempatkan Belanda sebagai tolok ukur yang relevan dalam lanskap pariwisata global yang terus berkembang.